Minggu, 26 April 2015

Salman Goes Global

Lima menit sebelum azan Isya, seperti biasa ada pemberitahuan dari mesjid Salman kalau azan Isya sebentar lagi. Info waktu sholat ini sudah biasa di lingkungan Salman. Soal informasi dan inovasi pelayanan jamaah memang Salman jempolan. Hanya saja kali ini ada yang berbeda dari konten infonya. Karena pesan itu berbunyi seperti ini :

"Ladies and gentlement, we would like to inform you that today's Ishaa prayer will be called at...."

Percaya ada yang seperti ini ? Saya juga pas pertama kali denger juga kaget.  Ada pengumuman waktu sholat multibahasa seperti itu. Kalau pengumuman multibahasa di bandara sudah biasa (saya pernah dengar ada pengumuman dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Hokkien (eh Mandarin atau Hokkien ya ?)). Ini pengumumannya di masjid. 

Apa ini langkah Salman untuk menyambut AEC ? 

Jumat, 24 April 2015

Model Fundraising Baru : Buku Voucher

Kemarin, pas dari Salman ada orang yang ngehampirin saya. Dengan ramah, orang ini menyapa.

"Maaf Mas... Mas mahasiswa ITB ? Semester berapa ? ... Wah sama seperti saya..."

Kira-kira begitu kutipan pembicaraan kami.

Terus dia mengutarakan maksudnya. Jadi dari cerita si Mas ini, dia ikutan yayasan yang mengurus anak-anak yang terkena kanker. Si Mas ini memberikan cerita singkat begitu. Jadi intinya dia lagi fundraising buat yayasan yang bersangkutan. 

Sampai sini ceritanya standar.

Kemudian si Mas mengeluarkan buku seperti booklet. 

Kemudian si Mas ini bercerita kalau fundraising yang dia lakukan bukan dalam bentuk standar (ngedarin kotak sumbangan atau amplop), tapi fundraisingnya dalam bentuk penjualan buku voucher. Si Mas ini kemudian menjelaskan buku booklet yang dia pegang kalau buku itu isinya voucher semua. Vouchernya bermacam-macam ada yang untuk restoran ada juga yang untuk penginapan.

Harga bukunya murah, cuma 100 ribu. Jadi cuma dengan mengeluarkan 100 ribu saya bisa dapat benefit dari voucher itu terus sekalian ngebantu orang. 

Sayang, karena lagi gak bawa duit dan harus buru-buru ke lab buat ngambil foto tamaran Mas-nya terpaksa saya tolak. Yah, sayang ya. Padahal lumayan buat foto dokumentasi di tulisan ini. Hehehe...

Awal tahun ini, pas di bandara saya juga dihampiri dengan model fundraising yang sama. Pas saya baru nyampe dari Medan dan lagi makan siang ada yang ngehampirin gitu. Mas yang ini bilang dia anak SMA/ SMK. Terus yayasannya soal penyakit lupus gitu. Tapi endingnya, dia nawarin buku voucher lagi buat fundraising. Intinya sama kayak Mas yang di Salman itu.

Kalau saya pikir, model fundraising begini lumayan inovatif juga. Apalagi mengingat buat dana yayasan yang mengurusi penyakit itu pasti lumayan besar. Kalau diitung-itung kalau 10 aja yang kejual bisa dapet 1 juta. Dan yang ngejual buat yayasan itu pasti bukan cuma Mas yang saya ceritakan tadi. Jadi ya bisa diitunglah pemasukannya.

Di kampus saya, biasanya kalau anak-anak ngedanus (istilah lokal buat fundraising) biasanya jualan standar seperti gorengan, snack, kue Cisitu (saya gak ngerti ini kue bisa terkenal di kampus), atau kaos. Ngamen di jalan haram hukumnya buat anak ITB. Bahkan ngedanus bunga pun sebenarnya agak kurang berkenan buat para higher ups kampus.

Sekarang ada yang menawarkan model baru berupa buku voucher tadi. Kalau saya bilang model begini lebih mirip investasi daripada nyumbang. Jadi kalau saya ngasih uang ke buat yayasan ini, saya akan dapat benefit berupa voucher sekaligus bisa bantu orang. Bisa diterimalah metodenya.

Yang penting buat mereka yang beli, niatnya diluruskan. Beli buku voucher hendaknya diniatkan buat ngebantu. Jadi primary objectivenya buat bantu orang, soal vouchernya bermanfaat atau tidak itu urusan belakangan. 

Sabtu, 17 Januari 2015

Time Flies

Last Post : July 17th 2014.

Today : January 17th 2015.

Weeewwww. Time flies.

Kamis, 17 Juli 2014

ITB Guide for Maba : Perpustakaan

Mumpung camaba ITB 2014 masih semangat-semangatnya abis diterima, mungkin ada baiknya bikin tulisan soal seluk-beluk kampus. Sekalian mengisi blog yang sudah lama terbengkalai ini.

Mari kita mulai dengan perpustakaan.

Bagi camaba yang baru dateng ke kampus Ganesha, harus tahu letak bangunan yang satu ini atau paling gak bentuknya. Buat yang penasaran dengan bentuk bangunannya, ini fotonya :
Courtesy of muhdhito.me

Bentuknya katanya dibuat supaya mirip dengan tumpukan buku walaupun gak terlalu mirip. Kakak tingkat saya pernah bilang kalau perpus pusat itu mirip markas Power Rangers. Tapi zaman dulu penampilan perpus pusat lebih kumuh dari sekarang sampai-sampai dijuluki WC Umum. Sekarang sudah rada keren. Udah mirip kayak perpus di LN lah.

Perpus ini punya waktu buka dari Senin-Sabtu. Untuk hari Senin-Jumat, perpus buka dari jam 08.00-21.00. Untuk hari Sabtu kalau gak salah dari jam 09.00-14.00. Waktu lain yang perlu diperhatikan itu jam 11.00-13.00 hari Senin-Kamis. Jam segitu karyawan perpus istirahat. Jadi penitipan tas dan peminjaman buku akan tutup jam segitu. Hari Jumat perpus akan tutup pada jam 10.30 menjelang Sholat Jumat.

Langkah pertama buat para maba adalah buat kartu perpus. Ini penting apalagi kalau kalian mau pinjam buku TPB.

Untuk buat kartu perpus yang harus kalian lakukan adalah mempersiapkan KTM/KSM lalu tinggal datangi Mas/Mbak/Bapak/Ibu di bagian sirkulasi lantai 1. Gak tau bagian sirkulasi ? Tanya aja di mana tempat minjam buku pasti ditunjukin ke tempat sirkulasi kok. Selanjutnya tinggal ikutin petunjuk dari petugasnya doang sampe beres. Prosesnya gak terlalu lama kok.

Setelah ini kalian sudah bisa meminjam buku !

Untuk meminjam buku, kalian tinggal ambil buku dari rak lalu bawa buku ke bagian sirkulasi--tempat kalian buat kartu perpus. Jangan lupa bawa kartu perpus dan KTM untuk meminjam. Kalau gak, petugas sirkulasi bakal menolak. Maksimal kalian bisa pinjam 10 buku.

Untuk batas waktu, ada perbedaan. Untuk koleksi buku TPB batas waktunya 1 minggu. Kalau untuk koleksi mingguan batas waktunya 2 minggu. Setelah itu peminjaman bisa diperpanjang atau bukunya bisa dikembalikan. Kalau telat kalian kena denda Rp.1000/hari minus hari libur. Walaupun kadang-kadang (atau sering ?) ada yang bandel juga dengan alasan tertentu (alasannya apa ? Ah entar juga tau hehehe).

Protips dan Trivia :


  • Salah satu trik yang dilakukan anak ITB untuk dapat buku gratis. Triknya : pinjam buku seperti biasa lalu ketika masa berlakunya habis perpanjang lagi masa berlaku di sirkulasi. Begitu seterusnya. Dengan cara ini, buku tadi bisa dipinjam sampe satu semester. Kalau kalian liat buku dengan tanggal pengembalian yang teratur dan berturut-turut, nah itu karena trik yang satu ini. Tapi ya jangan kebangetan juga minjemnya, kasih yang lain kesempatan buat minjem juga. Ok adik-adik ?
  • Buku-buku untuk belajar Mafiki (catat judulnya !). Matematika : Calculus, Purcell. Fisika : Fundamentals of Physics, Halliday. Kimia : Chemistry, Brady; Buku kimia karangan Hiskia Ahmad.
  • Pinjam buku jauh-jauh hari sebelum ujian. Biasanya kalau udah deket-deket ujian buku favorit udah pada ilang dari rak. Buku-buku yang duluan ilang biasanya buku yang berbahasa Indonesia. Jadi kalau telat minjem, terpaksa harus pake buku yang bahasa Inggris.
Sekian info soal perpus. Sisanya kalian eksplor sendiri. Kalau ada yang tidak tercantum di sini mungkin bisa dibilang supaya ditambahkan.

Sabtu, 28 Juni 2014

Bikin Makalah Gak Boleh Pake Sumber dari Wikipedia ? Waduuh...

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah baca di blog-nya Pak Budi Raharjo mengenai pemakaian sumber referensi dari Wikipedia.

Dari postingnya Pak Budi saya baru tahu kalau pemakaian sumber referensi dari Wikipedia tidak dianjurkan karena beberapa alasan. Bahkan untuk beberapa makalah tidak diperbolehkan karena alasan tertentu.

Saya yang doyan ngutip di Wikipedia langsung nyesek melihat posting Pak Budi. Bagaimana tidak, wong Wikipedia sudah jadi semacam one stop shopping buat referensi (selain Google tentunya). Namun jika diselidiki lagi ada benarnya juga posting Pak Budi.

Alasan utama kenapa Wikipedia tidak dianggap menjadi sumber yang relevan adalah karena isi dari Wikipedia sendiri tidak tetap, isinya bisa diedit kapanpun. Sehingga pada suatu saat jika isi makalah kita dicek sumbernya bisa jadi isi artikel Wikipedia berbeda. Hal ini bisa menyebabkan ketidakkonsistenan mengenai mana yang sebenarnya benar.

Melihat alasan tersebut, pada akhirnya saya juga mau tidak mau setuju bahwa Wikipedia bukan media yang dianjurkan untuk dijadikan bahan referensi. Walaupun pada akhirnya saya merasa bahwa tugas makalah berikutnya mendadak menjadi lebih ribet dari sebelumnya (padahal saya gak suka yang ribet-ribet hiks).

Kamis, 20 Maret 2014

Keyboad Layout Baru Khusus Indonesia ?

Untuk hampir semua komputer, keyboard layout yang paling beken sudah pasti QWERTY. Mungkin ada jutaan komputer yang keyboard layout-nya QWERTY.

Tapi tenyata QWERTY bukan satu-satunya. 

Tahun 1936, August Dvorak mematenkan keyboad layout yang dinamakan DVORAK. Dvorak membuat keyboard layout-nya setelah melakukan studi mengenai fisiologi tangan dan huruf-huruf yang paling sering dipakai dalam bahasa Inggris. Hasilnya adalah tata letak keyboard yang meningkatkan kecepatan mengetik pengetiknya. DVORAK bahkan diklaim dapat mengurangi resiko RSI (Repetitive Strain Injury).

Keyboard DVORAK (cellularscale.blogspot.com)
Selain itu ada AZERTY yang digunakan salah satunya oleh Prancis, QZERTY yang digunakan Italia, dan QWERTZ yang digunakan oleh Jerman.

Keyboard AZERTY (ordi.skynetblogs.be)

Nah, sekarang bagaimana dengan Indonesia ?

www.nationsonline.org
Apa Indonesia punya keyboard layout sendiri ? 

Atau mungkin sudah waktunya Indonesia punya keyboard layout sendiri ?

Mungkin ini pertanyaan gak penting. Tapi ya saya kepikiran saja bagaimana seandainya jika Indonesia punya keyboard layout sendiri bagaimana bentuknya ya. Lagipula Prancis pakai AZERTY, Jerman pakai QWERTZ, Italia pakai QZERTY lalu kenapa Indonesia tidak ? Bukankah QWERTY sendiri asalnya dari Amerika yang notabene berbeda bahasanya dari Indonesia. Jadi bukankah lebih cocok kalau kita memakai keyboard layout yang sesuai dengan sintaks bahasa kita sendiri ?

Ini hanya pikiran iseng saya saja dan tidak perlu dipikirkan terlalu dalam Hehehe... Tapi mungkin ini bakal jadi topik yang bagus dalam diskusi mengenai ergonomi. Bahkan mungkin bisa jadi topik skripsi (ada yang berminat ?).

Jadi ada yang berminat meneliti soal ini ?

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Keyboard_layout#QWERTY-based_layouts_for_Latin_script
http://en.wikipedia.org/wiki/Dvorak_Simplified_Keyboard

Selasa, 13 Agustus 2013

Nostalgia Dengan Koneksi Dial Up

Ingat suara ini ?



Suara ini mungkin hanya dikenal di kalangan generasi 90-an atau generasi awal pengguna Internet. Mungkin kalau diperdengarkan ke generasi tahun 2000 tidak ada yang kenal. Tapi apa ini sebenarnya ? Yap, mungkin ada yang sudah bisa menebak. Ini adalah suara koneksi dial-up.

Bagi yang mengenal Internet di setengah dasawarsa pertama tahun 2000-an kemungkinan besar kenal dengan bunyi ribut koneksi dial-up. Suara ribut ini mengiringi perjalanan generasi-generasi awal netters Indonesia mengarungi dunia maya yang waktu itu belum berisi Facebook, YouTube, dan Twitter. 

Saya sendiri juga dulu pernah mengalami masa-masa seperti itu. Saya mengenal Internet pada tahun 2006 dan pada waktu itu masih menggunakan koneksi dial-up ini. Waktu itu saya menggunakan ISP yang terhitung populer dan mungkin dikenal hampir seluruh netters Indonesia pada masa itu : TelkomNet Instan. 

Hal lain yang berhubungan dengan koneksi dial-up ini adalah modem 56k dan kabel telepon. Dua hal ini plus layanan ISP mutlak dibutuhkan kalau mau mengakses Internet lewat koneksi dial-up. Kalau penasaran dengan modem 56k ini gambarnya.

sumber : techfuels.com
Kalau cara mengoperasikannya saya kurang tahu karena dulu saya ngakses Internet lewat modem internal laptop ibu saya. Jangan bayangkan laptopnya seperti notebook sekarang yang enteng dibawa-bawa. Laptop yang saya pake itu tebel dan beratnya mungkin ada 2 kg. Itu laptop kalau dilempar dari menara BTS yang tinggi itu kalau kena mobil kayaknya mobilnya yang remuk bukan laptopnya.

Kembali ke masalah modem. Setelah perlengkapan yang dibutuhkan sudah ada, tinggal lakukan koneksi. Berikut saya paparkan langkah-langkah koneksi dial-up. Karena yang saya pakai dulu itu TelkomNet Instan maka saya buat di sini mengikuti aturan koneksi TelkomNet Instan. 

Step by step koneksi dial-up lewat TelkomNet Instan :
  1. Sambungkan modem ke colokan telepon lewat kabel telepon.
  2. Sambungkan modem dengan komputer.
  3. Buka menu "Connect to Internet" di Windows.
  4. Pastikan username dan nomornya sesuai. Nomor TelkomNet Instan : 080989999. Username-nya saya lupa.
  5. Ketikkan password : telkom.
  6. Klik "Dial".
  7. Tunggu sebentar sementara modem melakukan koneksi. Bunyi ribut yang ada di atas akan terdengar.
  8. Modem akan terkoneksi. Kalau koneksi gagal ulangi dari langkah 3.
Setelah terkoneksi akan muncul pemberitahuan kalau modem terkoneksi lengkap dengan kecepatannya. Untuk TelkomNet Instan biasanya kecepatannya berkisar di 49,2-50,6 kbps. Kadang-kadang 48 kbps. ISP lain ? Sepertinya tidak jauh berbeda.

Gimana kalau dipake browsing ? Ya, kalau dipake buat ngebuka halaman Wikipedia bisalah. Tapi kalau disuruh ngebuka video di YouTube jangan ditanya. Setengah jam mungkin abis cuma buat buffering-nya saja. 

Begitulah cerita soal dial-up. Ada yang punya cerita jadul yang lain ?

Jumat, 19 Juli 2013

Steps to Make Hashbrown in The 70s and 2010s

1970s

1. Ask Mom about the recipe.
2. Write down the recipe.
3. Buy the ingredients.
4. Follow the instruction in the recipe.
5. Done.

2010s

1. Connect to the Internet.
2. Type "How to make hashbrown" in the web browser.
3. Enter.
4. Click the link.
5. Print the recipe.
6. Buy the ingredients.
7. Follow the instruction in the recipe.
8. Done.

See any differences ?

Jumat, 21 Juni 2013

Mengubah Blog Menjadi Diari Pribadi

Blog sebagai sarana tulis-menulis dan publikasi tulisan di ranah maya digunakan untuk berbagai macam tujuan. Ada blog yang dijadikan sebagai sarana untuk belajar menulis. Ada yang dijadikan sebagai sarana pemasaran produk. Ada yang dijadikan sebagai sarana penyebaran informasi. Dan dari sekian banyak blogger ada juga orang yang menjadikan blog sebagai tempat untuk menulis catatan harian atau diari.

Tentu saja menulis diari yang bersifat pribadi di Internet yang notabene bisa diakses siapa saja amat riskan. Apalagi jika yang ditulis di situ berhubungan dengan hal-hal yang pribadi. Tentu saja hal-hal pribadi tersebut berpotensi mendatangkan kerugian kalau sampai bocor ke orang yang salah.

Lalu bagaimana cara mengurangi resiko tersebut ?

Caranya sebenarnya sederhana. Yang perlu kita lakukan hanyalah kebalikan dari apa yang biasanya orang lain lakukan. Ya, kalau orang lain ingin agar blog-nya dilihat oleh banyak orang maka kita akan membuat blog kita dilihat oleh semakin sedikit orang.

Salah satu caranya saya tuliskan di bawah ini. Cara yang saya tuliskan ini khusus untuk Blogger.

Minggu, 02 Juni 2013

Man Saara Ala Darbi Washala

Kalau kalian nge-fans pada karya-karya Ahmad Fuadi seperti Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna mungkin memerhatikan bahwa masing-masing novel tersebut membawa suatu kata mutiara. Novel Negeri Lima Menara mengandung kalimat Man Jadda Wajada (siapa bersungguh-sungguh akan berhasil) dan novel Ranah Tiga Warna mengandung kalimat Man Shabara Zhafira (siapa bersabar dia beruntung). Dalam perjalanan hidupnya, tokoh Alif menggunakan kedua kalimat tersebut sebagai salah satu prinsip hidupnya.

Baru-baru ini  Ahmad Fuadi menerbitkan novel terakhir dari trilogi ini. Novel ini berjudul Rantau Satu Muara. Seperti kedua novel sebelumnya, novel ini juga membawa kalimat mutiara. Kali ini kalimat mutiara tersebut adalah Man Saara Ala Darbi Washala.

Postingan ini tidak akan membahas novel Ahmad Fuadi yang terakhir tersebut. Yang akan disoroti pada postingan ini adalah kalimat mutiara yang terkandung dalam novel tersebut.

Minggu, 26 Mei 2013

Budaya Unik Indonesia : Pars Pro To To

Para perantau yang merantau ke tempat lain di Indonesia mungkin pernah mengalami percakapan seperti ini :

A : "Mas dari mana asalnya ?"

B : "O, kalau saya dari Medan Mas."

A : "Oh Medan toh. Medannya di mana ya ? Di deket Danau Toba ?"

B : ....

Senin, 13 Mei 2013

Deadline versus Progress

Menjadi seorang pelajar/mahasiswa pasti akan dihadapkan pada tugas. Dari disuruh ngerjain soal yang rada sederhana sampai ngerjain tubes (tugas besar) yang rumit. Idealnya pengerjaan tugas itu tidak ditunda-tunda. Dengan kata lain pengerjaan tugas sebaiknya dicicil tidak main SKS (sistem kebut semalam). Kalau diplot grafik kemajuan vs waktunya kira-kira seperti ini.


 Tapi... Seringkali yang terjadi tidak seperti itu. Yang terjadi malah begini...
Hmmm... Pernah mengalami ?

Sabtu, 04 Mei 2013

Pembelotan Bidang Keahlian

Kadang-kadang kita lihat seseorang bekerja di bidang yang bukan keahliannya. Insinyur teknik sipil bekerja jadi bankir di suatu bank terkemuka. Sarjana fisika melanjutkan S2 di jurusan manajemen. Bahkan pernah terjadi juga, insinyur penerbangan PTDI adalah lulusan teknik sipil.

Fenomena-fenomena di atas tentu sebuah anomali. Ya sewajarnya bukankah seseorang seharusnya tetap berkecimpung di bidang yang menjadi fokusnya. Insinyur teknik sipil, misalnya, idealnya mengambil S2 di bidang teknik sipil. Setelah lulus dari jenjang pendidikannya, idealnya dia bekerja sebagai kontraktor atau paling banter sebagai konsultan di bidang infrastruktur. Tapi terkadang kita melihat bahwa orang-orang seperti itu menjalani karir di bidang yang bukan fokusnya semasa kuliah. Artinya orang tersebut melenceng dari bidangnya atau istilah kasarnya membelot dari bidangnya.

Selasa, 30 April 2013

Dua Kendala Lain Dalam Menulis

"Menulis itu mengubah dunia". Itu kata Pak Rinaldi Munir dalam komennya di sebuah posting blog. Kalimat itu memang amat bermakna dan kalau kita lihat buktinya di dunia memang sangat banyak. Ibnu Sina, misalnya, namanya masyhur karena kitabnya mengenai kesehatan. Ibn Al-Baytar, seorang ilmuwan Muslim, namanya tercatat oleh sejarah karena karyanya di bidang farmasi (karyanya tersebut merupakan ensiklopedia farmasi berisi 1.400 jenis tanaman, makanan-makanan, dan obat-obatan). Newton terkenal lewat Principia-nya. Anne Frank mendunia namanya karena rutin menulis di buku hariannya (dan karena isinya diterbitkan). 

Nah, kalau buktinya sudah banyak kenapa tidak menulis ? 

Banyak sekali alasannya yang pasti. Yang sibuklah, tidak punya saranalah, gak ada idelah, dll. Sampai-sampai ada alasan yang agak lucu :

"Gak bisa nulis"
Walah-walah ini alasan udah fatal banget. Jadi kamu waktu TK ngapain ?* (hehehe... peace).

Ada juga alasan  yang rada-rada keren :

"Kena writer's block"

Yah apapun alasannya memang menulis itu gak gampang. Ini maksudnya nulis yang berkualitas ya. Kalau nulis status-status alay di fb sama twitter mah saya juga bisa.  Kendalanya ya salah satunya yang di atas itu banyak alasan-alasan yang timbul (atau dibuat-buat ?) penyebab gak jadi nulis atau tulisan mandek. Cuma di sini saya gak bakal bahas kendala-kendala tadi. Di sini saya akan bahas kendala yang saya temukan sendiri.

Jadi menulis itu susah karena :

1. Menulis itu besar akibatnya

Kalau yang ini udah pasti. Hasil tulisan kita bisa menimbulkan dampak yang besar terutama kalau dipublikasikan. Sayangnya, dampak tersebut juga bisa negatif. Misalnya, kamu nulis artikel ilmiah di blog. Nah, kalau kamu gak hati-hati bisa saja kamu menyesatkan banyak orang yang baca blog kamu. Kasus lain itu waktu nulis soal budaya. Salah-salah kata bisa-bisa kamu dicap rasis. Kedua contoh tersebut berlaku juga untuk tulisan-tulisan non-blog seperti status media sosial.


2. Kamu lakukan gak hal yang kamu tulis ?

Ini berlaku buat tulisan yang bertema motivasi. Termasuk motivasi di sini juga motivasi yang berhubungan dengan agama. Tulisan dengan kedua tema tersebut tentu sarat  akan anjuran dan ajakan. Kalau dalam Islam tentu saja ajakannya pasti untuk melakukan apa yang disukai Allah dan meninggalkan apa yang tidak di sukai Allah atau amar ma'ruf nahi munkar. Tentu saja maksud dari tulisan tersebut baik, namun dari tulisan tersebut timbul satu pertanyaan. Apakah kamu benar-benar melakukan yang kamu tulis atau kamu hanya menulis hal tersebut ? Contoh dari hal ini, misalnya, ada orang yang menulis ajakan untuk sholat di awal waktu. Nah, di sini pertanyaannya kembali ke orang tersebut : Apakah kamu sudah sholat di awal waktu sesuai dengan ajakan yang kamu tulis atau belum ?

Kendala yang pertama biasanya ditemui kalau nulis artikel berita atau artikel ilmiah. Untuk artikel non-ilmiah pun kadang-kadang terjadi. Hal ini pernah saya alami. Punya ide tulisan tapi kepikiran takut salah tulis. Harus riset lagi tapi males. Ujung-ujungnya gak jadi nulis. Yah kalau begini kendalanya udah kombinasi antara kurang ilmu dengan males cari ilmu.

Nah, yang kedua ini baru saya sadari setelah saya beberapa kali menulis artikel bertema motivasi. Beberapa waktu setelah itu saya baru kepikiran apakah yang saya tulis itu benar-benar saya lakukan. Atau saya cuma menulis buat gagah-gagahan seakan-akan saya sudah melakukan itu. Naudzubillahi min dzalik...

Hmmm... Menulis itu memang tidak mudah. 

NB : Artikel lain mengenai hal ini, lihat artikel karya Rasyid Sayyari di sini

Kamis, 21 Februari 2013

Dan Alay pun Masuk Wikipedia...

Go home Wikipedia, you need a rest...

Memang di dunia ini yang namanya hal yang aneh-aneh gak ada habisnya. Kali ini anomali itu datang dari Wikipedia. Situs beken ini merilis artikel yang bakal bikin kita senyum-senyum sendiri. Ya, situs ini merilis artikel mengenai fenomena komunikasi yang sering bikin orang sebel. Judul artikel itu : Alay...

Tidak tanggung-tanggung situs Wikipedia yang merilisnya adalah Wikipedia bahasa Inggris. Cabang Wikipedia yang paling lengkap di antara cabang Wikipedia lainnya...

Terus terang, saya tidak tahu pasti apa yang memotivasi kontributor Wikipedia untuk merilis artikel seperti ini... Apakah alay sudah begitu bekennya atau yang lebih buruk apakah infeksi akut alayisme sudah menjangkiti generasi muda ? Wew... saya tidak tahu. Yang pasti generasi remaja zaman sekarang akan punya cerita yang tidak terlupakan untuk diberitahu kepada anak cucu mereka...

Dan... ini nyata...

Reblogging...

Gak terasa ternyata sudah lama saya tidak posting di blog saya lagi... Terakhir saya posting, saya masih jadi mahasiswa dan sekarang saya jadi mahasiswa (apaan ...?) eh maksudnya pas saya terakhir posting itu saya masih semester satu, sekarang udah semester dua... (oh gitu...)

Kelamaan gak posting ternyata membuat saya susah posting lagi. Ibarat sebuah benda yang diam, untuk membuatnya bergerak rada-rada susah karena harus ngelawan gaya gesek statis dulu... Yah tapi bagaimanapun susahnya, bukan berarti tidak mungkin kan...?

Karena itu ibarat orang puasa, maka mari buka kembali blog ini dengan posting yang ringan dahulu... Posting yang dalem-dalem macam filsafat biarlah ditaruh di bangku cadangan dahulu... Yang terpenting sekarang adalah gagasan yang ada di kepala ini tertuang dalam karya nyata (terlalu formal kali bahasanya ya...)

Oke, berhubung saya bilang bakal mulai dengan yang ringan dahulu, maka saya akan mulai dengan topik yang pasti dikenal kita semua yaitu : 4L4y...

Kamis, 04 Oktober 2012

Rupanya Dunia itu Seperti Ini

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menjadi kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Al-Quran surah Al-Hadiid ayat 20)

Sungguh ayat ini mengandung kebenaran dan relevansi... Maha Benar Allah yang telah menurunkan ayat ini...

Murka Allah Taala Kepada Orang yang Tidak Melakukan Apa yang Mereka Katakan

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan."(Al-Quran Surah Ash-Shaff ayat 2-3)

Naudzubillahi min dzalik...

Selasa, 21 Agustus 2012

It's Part Of The Work...


Whatever happens, just keep it goin'...

Please comment if you agree with me...

P.S. : the roller coaster image used here is licensed as public domain.