Kamis, 20 Maret 2014

Keyboad Layout Baru Khusus Indonesia ?

Untuk hampir semua komputer, keyboard layout yang paling beken sudah pasti QWERTY. Mungkin ada jutaan komputer yang keyboard layout-nya QWERTY.

Tapi tenyata QWERTY bukan satu-satunya. 

Tahun 1936, August Dvorak mematenkan keyboad layout yang dinamakan DVORAK. Dvorak membuat keyboard layout-nya setelah melakukan studi mengenai fisiologi tangan dan huruf-huruf yang paling sering dipakai dalam bahasa Inggris. Hasilnya adalah tata letak keyboard yang meningkatkan kecepatan mengetik pengetiknya. DVORAK bahkan diklaim dapat mengurangi resiko RSI (Repetitive Strain Injury).

Keyboard DVORAK (cellularscale.blogspot.com)
Selain itu ada AZERTY yang digunakan salah satunya oleh Prancis, QZERTY yang digunakan Italia, dan QWERTZ yang digunakan oleh Jerman.

Keyboard AZERTY (ordi.skynetblogs.be)

Nah, sekarang bagaimana dengan Indonesia ?

www.nationsonline.org
Apa Indonesia punya keyboard layout sendiri ? 

Atau mungkin sudah waktunya Indonesia punya keyboard layout sendiri ?

Mungkin ini pertanyaan gak penting. Tapi ya saya kepikiran saja bagaimana seandainya jika Indonesia punya keyboard layout sendiri bagaimana bentuknya ya. Lagipula Prancis pakai AZERTY, Jerman pakai QWERTZ, Italia pakai QZERTY lalu kenapa Indonesia tidak ? Bukankah QWERTY sendiri asalnya dari Amerika yang notabene berbeda bahasanya dari Indonesia. Jadi bukankah lebih cocok kalau kita memakai keyboard layout yang sesuai dengan sintaks bahasa kita sendiri ?

Ini hanya pikiran iseng saya saja dan tidak perlu dipikirkan terlalu dalam Hehehe... Tapi mungkin ini bakal jadi topik yang bagus dalam diskusi mengenai ergonomi. Bahkan mungkin bisa jadi topik skripsi (ada yang berminat ?).

Jadi ada yang berminat meneliti soal ini ?

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Keyboard_layout#QWERTY-based_layouts_for_Latin_script
http://en.wikipedia.org/wiki/Dvorak_Simplified_Keyboard

Selasa, 13 Agustus 2013

Nostalgia Dengan Koneksi Dial Up

Ingat suara ini ?



Suara ini mungkin hanya dikenal di kalangan generasi 90-an atau generasi awal pengguna Internet. Mungkin kalau diperdengarkan ke generasi tahun 2000 tidak ada yang kenal. Tapi apa ini sebenarnya ? Yap, mungkin ada yang sudah bisa menebak. Ini adalah suara koneksi dial-up.

Bagi yang mengenal Internet di setengah dasawarsa pertama tahun 2000-an kemungkinan besar kenal dengan bunyi ribut koneksi dial-up. Suara ribut ini mengiringi perjalanan generasi-generasi awal netters Indonesia mengarungi dunia maya yang waktu itu belum berisi Facebook, YouTube, dan Twitter. 

Saya sendiri juga dulu pernah mengalami masa-masa seperti itu. Saya mengenal Internet pada tahun 2006 dan pada waktu itu masih menggunakan koneksi dial-up ini. Waktu itu saya menggunakan ISP yang terhitung populer dan mungkin dikenal hampir seluruh netters Indonesia pada masa itu : TelkomNet Instan. 

Hal lain yang berhubungan dengan koneksi dial-up ini adalah modem 56k dan kabel telepon. Dua hal ini plus layanan ISP mutlak dibutuhkan kalau mau mengakses Internet lewat koneksi dial-up. Kalau penasaran dengan modem 56k ini gambarnya.

sumber : techfuels.com
Kalau cara mengoperasikannya saya kurang tahu karena dulu saya ngakses Internet lewat modem internal laptop ibu saya. Jangan bayangkan laptopnya seperti notebook sekarang yang enteng dibawa-bawa. Laptop yang saya pake itu tebel dan beratnya mungkin ada 2 kg. Itu laptop kalau dilempar dari menara BTS yang tinggi itu kalau kena mobil kayaknya mobilnya yang remuk bukan laptopnya.

Kembali ke masalah modem. Setelah perlengkapan yang dibutuhkan sudah ada, tinggal lakukan koneksi. Berikut saya paparkan langkah-langkah koneksi dial-up. Karena yang saya pakai dulu itu TelkomNet Instan maka saya buat di sini mengikuti aturan koneksi TelkomNet Instan. 

Step by step koneksi dial-up lewat TelkomNet Instan :
  1. Sambungkan modem ke colokan telepon lewat kabel telepon.
  2. Sambungkan modem dengan komputer.
  3. Buka menu "Connect to Internet" di Windows.
  4. Pastikan username dan nomornya sesuai. Nomor TelkomNet Instan : 080989999. Username-nya saya lupa.
  5. Ketikkan password : telkom.
  6. Klik "Dial".
  7. Tunggu sebentar sementara modem melakukan koneksi. Bunyi ribut yang ada di atas akan terdengar.
  8. Modem akan terkoneksi. Kalau koneksi gagal ulangi dari langkah 3.
Setelah terkoneksi akan muncul pemberitahuan kalau modem terkoneksi lengkap dengan kecepatannya. Untuk TelkomNet Instan biasanya kecepatannya berkisar di 49,2-50,6 kbps. Kadang-kadang 48 kbps. ISP lain ? Sepertinya tidak jauh berbeda.

Gimana kalau dipake browsing ? Ya, kalau dipake buat ngebuka halaman Wikipedia bisalah. Tapi kalau disuruh ngebuka video di YouTube jangan ditanya. Setengah jam mungkin abis cuma buat buffering-nya saja. 

Begitulah cerita soal dial-up. Ada yang punya cerita jadul yang lain ?

Jumat, 19 Juli 2013

Steps to Make Hashbrown in The 70s and 2010s

1970s

1. Ask Mom about the recipe.
2. Write down the recipe.
3. Buy the ingredients.
4. Follow the instruction in the recipe.
5. Done.

2010s

1. Connect to the Internet.
2. Type "How to make hashbrown" in the web browser.
3. Enter.
4. Click the link.
5. Print the recipe.
6. Buy the ingredients.
7. Follow the instruction in the recipe.
8. Done.

See any differences ?

Jumat, 21 Juni 2013

Mengubah Blog Menjadi Diari Pribadi

Blog sebagai sarana tulis-menulis dan publikasi tulisan di ranah maya digunakan untuk berbagai macam tujuan. Ada blog yang dijadikan sebagai sarana untuk belajar menulis. Ada yang dijadikan sebagai sarana pemasaran produk. Ada yang dijadikan sebagai sarana penyebaran informasi. Dan dari sekian banyak blogger ada juga orang yang menjadikan blog sebagai tempat untuk menulis catatan harian atau diari.

Tentu saja menulis diari yang bersifat pribadi di Internet yang notabene bisa diakses siapa saja amat riskan. Apalagi jika yang ditulis di situ berhubungan dengan hal-hal yang pribadi. Tentu saja hal-hal pribadi tersebut berpotensi mendatangkan kerugian kalau sampai bocor ke orang yang salah.

Lalu bagaimana cara mengurangi resiko tersebut ?

Caranya sebenarnya sederhana. Yang perlu kita lakukan hanyalah kebalikan dari apa yang biasanya orang lain lakukan. Ya, kalau orang lain ingin agar blog-nya dilihat oleh banyak orang maka kita akan membuat blog kita dilihat oleh semakin sedikit orang.

Salah satu caranya saya tuliskan di bawah ini. Cara yang saya tuliskan ini khusus untuk Blogger.

Minggu, 02 Juni 2013

Man Saara Ala Darbi Washala

Kalau kalian nge-fans pada karya-karya Ahmad Fuadi seperti Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna mungkin memerhatikan bahwa masing-masing novel tersebut membawa suatu kata mutiara. Novel Negeri Lima Menara mengandung kalimat Man Jadda Wajada (siapa bersungguh-sungguh akan berhasil) dan novel Ranah Tiga Warna mengandung kalimat Man Shabara Zhafira (siapa bersabar dia beruntung). Dalam perjalanan hidupnya, tokoh Alif menggunakan kedua kalimat tersebut sebagai salah satu prinsip hidupnya.

Baru-baru ini  Ahmad Fuadi menerbitkan novel terakhir dari trilogi ini. Novel ini berjudul Rantau Satu Muara. Seperti kedua novel sebelumnya, novel ini juga membawa kalimat mutiara. Kali ini kalimat mutiara tersebut adalah Man Saara Ala Darbi Washala.

Postingan ini tidak akan membahas novel Ahmad Fuadi yang terakhir tersebut. Yang akan disoroti pada postingan ini adalah kalimat mutiara yang terkandung dalam novel tersebut.

Minggu, 26 Mei 2013

Budaya Unik Indonesia : Pars Pro To To

Para perantau yang merantau ke tempat lain di Indonesia mungkin pernah mengalami percakapan seperti ini :

A : "Mas dari mana asalnya ?"

B : "O, kalau saya dari Medan Mas."

A : "Oh Medan toh. Medannya di mana ya ? Di deket Danau Toba ?"

B : ....

Senin, 13 Mei 2013

Deadline versus Progress

Menjadi seorang pelajar/mahasiswa pasti akan dihadapkan pada tugas. Dari disuruh ngerjain soal yang rada sederhana sampai ngerjain tubes (tugas besar) yang rumit. Idealnya pengerjaan tugas itu tidak ditunda-tunda. Dengan kata lain pengerjaan tugas sebaiknya dicicil tidak main SKS (sistem kebut semalam). Kalau diplot grafik kemajuan vs waktunya kira-kira seperti ini.


 Tapi... Seringkali yang terjadi tidak seperti itu. Yang terjadi malah begini...
Hmmm... Pernah mengalami ?